Metode Pembelajaran Matematika SMP

Metode Pembelajaran Matematika SMP - Saat ini pembelajaran yang dirasakan belum optimal dikarenakan kemampuan guru dan siswanya. Faktor yang terjadi adalah rendahnya kualitas hasil belajar siswa. Bahkan lebih dari itu rendahnya kualitas hasil siswa dikaitkan dengan kemampuan siswa yang kurang optimal. Disisi lain faktor guru juga sangat menentukan kualitas proses dan hasil belajar siswa apakah siswa tersebut berpotensi atau tidak. Untuk itu simaklah artikel di bawah ini mengenai metode pembelajaran matematika untuk jenjang SMP.

Metode Pembelajaran Matematika SMP

Metode Pembelajaran Matematika SMP

Menurut sudjana metode pembelajaran adalah cara atau strategi yang digunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pengajaran untuk mencapai tujuan. Metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar yang efektif dan menyenangkan agar ketika guru mengajar siswa yang diajarkan tidak mudah bosan dan jenuh. Biasanya semua guru hanya menyampaikan materi tanpa melihat bagaimana hasil akhir siswa secara individu dan tidak semua siswa mencapai standar ketuntasan sekolah bahkan sebagian besar nilai siswa secara individu jauh dari ketuntasan. Para guru tidak mau menggunakan metode yang lain dan hanya menggunakan metode ceramah, tanya jawab, dan ceramah lagi. Hal inilah yang salah satunya membuat para siswa kemampuannya jauh dari rata-rata yang diharapkan. Padahal banyak sekali cara yang dapat digunakan untuk menarik siswa dalam belajar. Melihat kondisi yang memprihatinkan seperti ini maka harus ada perubahan atau agen of change. Dengan adanya perubahan dalam mengajar kearah yang inovasi potensi jiwa para siswa. Ada banyak model pembelajaran yang dapat digunakan dalam mengajar siswa dalam matematika tetapi kami akan menyajikan satu metode pembelajaran yakni:

Model Penemuan Terbimbing

Pada model pembelajaran ini guru sebagai fasilitator bagi siswa karena guru memang harus membimbing seorang siswa dalam pembelajaran. Apalagi jika siswa tersebut tidak paham dengan apa yang dijelaskan oleh gurunya. Meskipun seorang siswa telah dibimbing oleh gurunya namun siswa tetap harus berfikir sendiri, menganalisa sendiri tetapi dengan arahan gurunya. Guru hanya membimbing siswanya agar tidak keluar dari garis pembelajaran.

Agar pelaksanaan model pembelajaran berjalan dengan efektif ada beberapa langkah yang ditempuh seorang guru yaitu sebagai berikut:

=> Merumuskan masalah yang akan diberikan kepada siswa dengan data yang secukupnya. Artinya seorang guru ketika akan mengajar harus terkonsep terlebih dahulu sebelum mengajarkan kepada muridnya agar nantinya tidak terjadi kesalahan ketika mengajar.

=> Setelah merumuskan selanjutnya yaitu dari data yang diberikan guru, siswa harus menyusun, memproses dan mengorganisir data tersebut. Disini peran guru harus ada untuk membimbing tetapi membimbing kepada kemana siswa tersebut harus melangkah.

=> Siswa harus diminta untuk memecahkan suatu persoalan. Ketika mereka selesai mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh gurunya maka seorang guru harus memeriksa tugas mereka untuk memastikan sejauh mana kemampuan siswanya.

Dari uraian di atas pasti juga ada kelebihan dan kekurangan dalam metode pembelajaran ini. Adapun kelebihannya yaitu:

1. Siswa dapat berpartisipasi dalam pembelajaran yang disajikan
2. Menumbuhkan sikap percaya diri menanamkan sikap bahwa saya pasti bisa
3. Materi yang dipelajari dapat mencapai tingkat kemampuan yang tinggi dan lebih lama membekas karena siswa dilibatkan dalam proses menemukannya
4. Mendukung kemampuan siswa
5. Adanya interaksi antara siswa dan guru

Namun disisi tersebut adapula kekurangannya dari metode ini yaitu:
1. Materi tertentu, waktu yang tersita lebih banyak sedangkan biasanya di dalam kelas setiap pelajaran hanya 45 menit
2. Tidak semua siswa dapat mengikuti pelajaran dengan cara ini
3. Tidak semua topik cocok disampaikan dengan model ini

Berikut contoh sederhana penggunaan model penemuan terbimbing
a. Sebuah katak berada di dasar galian tanah sedalam 3 meter. Setiap hari katak tersebut melompat ke atas setinggi 90 cm dan malamnya turun 60 cm. Berapa hari katak tersebut berhasil keluar dari lubang galian tersebut?
Penyelesaiannya yaitu dengan menggunakan sketsa atau gambar.

b. Tentukan tiga bilangan pada barisan bilangan berikut:
3, 7, 15, 31, 63, 127, ....
Penyelesaian dengan menentukan pola. Dengan menentukan pola bilangan yang terbentuk, akan membantu menentukan barisan berikutnya, sehingga:
Pola yang terbentuk:
2 (3) +   1 = 7
2 (7) +   1 = 15
2 (15) + 1 = 31
2 (31) + 1 = 63
Sehingga jawabannya:
2 (127) + 1 = 225
2 (511) + 1 = 1023

Sekian pembahasan kami mengenai Metode Pembelajaran Matematika SMP. Semoga artikel di atas dapat membantu kalian dalam mengembangkan model pelajaran agar tidak bosan dengan pelajaran yang guru sampaikan kepada kalian. Kalian juga dapat menyatakan pendapat untuk mengganti model pembelajaran guru yang ada disekolah.
Selamat belajar dan semoga bermanfaat!

0 Response to "Metode Pembelajaran Matematika SMP"

Posting Komentar