Pengertian Bilangan Pecahan dan Contohnya

Bilangan Pecahan dan Contohnya - Pembahasan artikel kali ini merupakan salah satu jenis bilangan yang ada di dalam pelajaran matematika yaitu bilangan pecahan. Materi ini akan membahas secara tuntas mengenai pengertian bilangan pecahan dan contohnya. Selain itu, akan diberikan juga beberapa penjelasan mengenai aturan atau operasi aritmetika yang berhubungan dengan bilangan pecahan. Penjelasan dan contoh pada materi kali ini dibuat sesederhana mungkin agar kalian bisa memahaminya dengan cepat dan mudah.
Langsung saja simak baik-baik penjelasan materi di bawah ini.
Pengertian Bilangan Pecahan dan Contohnya

Pengertian Bilangan Pecahan

Secara singkat, bilangan pecahan bisa diartikan sebagai sebuah bilangan yang memiliki pembilang dan juga penyebut. Pada bentuk bilangan ini, pembilang dibaca terlebih dahulu baru disusul dengan penyebut. Ketika menyebutkan suatu bilangan pecahan, diantara pembilang dan penyebut harus disisipkan kata "per". Misalkan untuk bilangan 2/4 maka kita dapat menyebutnya dengan "dua per empat" begitu juga dengan bilangan 1/4 kalian bisa membacanya "satu per empat" atau "seperempat".

Apabila ada bilangan pecahan yang memiliki nilai sama atau nilainya tetap ketika pembilang dan penyebutnya dikalikan/dibagi dengan sebuah bilangan (bukan nol) maka bilangan pecahan tersebut disebut dengan pecahan senilai.

Untuk lebih memahaminya perhatikan contoh pecahan senilai berikut ini:
Pengertian Bilangan Pecahan dan Contohnya

Cara Menyederhanakan Bilangan Pecahan

Suatu bilangan pecahan bisa disederhanakan dengan cara membagi pembilang dan penyebutnya dengan angka-angka yang menjadi FPB dari pembilang dan penyebut tersebut.
Sebagai contoh, pecahan 45/54 bisa disederhanakan menjadi 5/6 karena FPB dari 45 dan 54 adalah 9.
Contoh lainnya:
12/8     = 3/2
20/12   = 5/3
14/8     = 7/4
32/24   = 4/3

Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan

Penjumlahan bilangan pecahan

Untuk menjumlahkan dua buah bilangan pecahan, maka syarat utama dari kedua bilangan tersebut adalah harus memiliki penyebut yang sama.
Contoh:
3/5 + 1/5 = 4/5
1/4 + 5/4 = 6/4
2/5 + 7/5 = 9/5
4/7 + 8/7 = 12/7
9/6 + 1/6 = 10/6
5/2 + 6/2 = 11/2

Sedangkan untuk menjumlahkan bilangan pecahan yang memiliki bilangan penyebut berbeda, maka kalian harus menyamakan kedua penyebut tersebut dengan cara mencari kpk dari kedua bilangan yang menjadi penyebut.
Contoh:
1/2 + 1/4 = 2/4 + 1/4 = 3/4
2/3 + 3/6 = 4/6 + 3/6 = 7/6
4/3 + 5/6 = 8/6 + 5/6 = 13/6

3/5 + 2/4 = 12/20 + 10/20 = 22/20
2/3 + 3/8 = 16/24 +  9/24 = 25/24

Pengurangan Bilangan Pecahan

Konsep pengurangan pada bilangan pecahan sama saja dengan konsep penjumlahan. Pengurangan bisa dilakukan langsung apabila penyebutnya sama dan apabila penyebut dari kedua bilangan pecahan yang dikurangkan adalah berbeda, maka harus disamakan terlebih dahulu.
Contoh:

Penyebut sama:
3/2 - 1/2 = 2/2 = 1
5/6 - 4/6 = 1/6
4/3 - 2/3 = 2/3
12/4 - 5/4 =  7/4
25/5 - 9/5 = 16/5

Penyebut berbeda:
5/7 - 2/3 = 15/21 - 14/21 =  1/21
5/3 - 3/4 = 20/12 -  9/12 = 11/12
4/3 - 5/6=   8/6  -  5/6  =  3/6

Perkalian dan Pembagian Bilangan Pecahan

Perkalian bilangan pecahan

Untuk mengalikan dua buah bilangan pecahan, cukup dengan mengalikan pembilang dengan pembilang lalu penyebut dengan penyebut.
Contoh:
5/7 x 4/5 = 20/35
2/4 x 3/5 =  6/20
7/2 x 8/6 = 56/12
6/3 x 3/8 = 18/24

Pembagian bilangan pecahan

Pembagian bilangan pecahan bisa dilakukan dengan mengalikan pembilang dengan penyebut secara bertukar.
Contoh:
5/3 : 3/4 = 20/9
2/5 : 4/2 = 4/20
6/7 : 2/9 = 54/14

Demikianlah penjelasan materi mengenai Pengertian Bilangan Pecahan dan Contohnya, semoga kalian bisa memahami apa yang dimaksud dengan bilangan pecahan serta bagaimana cara melakukan operasi hitung dengan menggunakan bilangan pecahan.
Selamat belajar dan semoga bermanfaat!

0 Response to "Pengertian Bilangan Pecahan dan Contohnya"

Post a Comment